Tuesday, 24 February 2015

Standart 'LAYAK' transportasi di Jakarta

Jakarta.

Ide tulisan :
  • Naik metromini dengan terantuk-antuk di bangku yang keras;
  • Stik persneling yg 'aneh' karena saat mengganti gigi sopir harus bersusah payah dengan segenap kekuatan, bahkan sesekali perlu bantuan dengan menjejakkan kaki;
  • Melihat tempelan sertifikasi lolos uji kelayakan dari dishub di jendela metromini yg menyatakan 'LAYAK'
Kondisi-kondisi yang ada :
  • Standar kenyamanan yg jauh dari kata layak (sebagian besar bangku duduk kondisinya compang camping, keras, kotor, amburadul, bahkan ada yg sudah tercabut dari besi penyangga atau sengaja dicabut, panas kalau hari panas - basah kalau hari hujan karena kaca jendela sebagian sudah tidak berfungsi *ada tapi tak bisa dibuka tutup;
  • Standar keamanan kendaraan (kaca spion ada yg sudah pecah dan ditempel kaca seadanya, rem yg tidak berfungsi normal sehingga perlu bantuan penahan saat metromini berhenti *sialnya kalau pas ga ada kernet, sopirnya pasti memainkan pedal gas agar metromini tidak mundur, stik persneling yg sudah 'sulit' dioperasikan saat mengganti gigi perlu tenaga ekstra bahkan dengan bantuan kaki, dll);
  • Kondisi standar mesin (bunyinya bising luar biasa, asap knalpot *sebagai bukti kondisi mesin- juga luar biasa);
  • Kondisi metromini lusuh sehingga secara estetika tidak menarik untuk penumpang *boro2 wisatawan asing, penduduk indonesia saja berpikir berkali2 untuk menaikinya; 
  • Sopir dengan pakaian seadanya, bau yg luar biasa dan merokok sepanjang perjalanan;
  • Sopir menjalankan metromini dengan kencang dan cenderung ugal2an;

Efek :
  • Banyak pengguna jasa yg beralih ke sepeda motor sehingga memperparah volume kendaraan di jalanan;
  • Jumlah metromini banyak tapi tidak optimal memuat penumpang sehingga merupakan kerugian karena juga hanya memperbanyak volume kendaraan di jalan;
  • Bagi orang berduit akhirnya beralih ke kendaraan mode lain yg lebih nyaman, semisal taksi sehingga ujung2nya memperbanyak volume kendaraan di jalan juga;
  • Jakarta sebagai destinasi wisata menjadi 'sedikit' berkurang daya tariknya karena kemacetan;
Ide & Saran :
Penetapan standar 'LAYAK' 
  • Uji kelayakan dari dishub benar2 diterapkan untuk standar layak kelengkapan, keamanan dan kondisi mesin metromini;
  • Juga perlu ditetapkan standar estetika terkait tampilan fisik metromini (kondisi cat dan kebersihan) sehinggga tidak menimbulkan kesan kumuh;
  • Sopir metromini juga perlu mempunyai minimal standar penampilan sehingga membuat penumpang lebih nyaman;
Kaji ulang jumlah dan remapping jalur metromini
  • Dengan kondisi yg benar-benar layak maka kemampuan angkut metromini bisa optimal sehingga jumlah metromini bisa optimal juga;
  • Juga untuk menghindari persaingan tidak sehat antar metromini dalam mengambil penumpang;
  • Metromini berjalan dari terminal awal dan harus sampai dan masuk ke terminal akhir, pelanggaran terhadap hal ini sanksinya pencabutan ijin rute;
Aturan naik turun penumpang hanya pada halte yang disiapkan
  • Dibuat halte yg representatif dan nyaman dan memang difungsikan sebagai halte dan bukan sebagai tempat berdagang;
  • Naik dan turun penumpang hanya pada halte sehingga menghindari ngetem di lokasi2 tertentu yang berpotensi menambah kemacetan;
Semua hanya ide dan saran yg melintas di kepala saja.. namanya juga 'cuman melintas'
--[0]--

Thursday, 3 May 2012

Menyoal air tanah di kota Surabaya

Surabaya.

Ide tulisan :
  • Kualitas air sumur di rumah yg semula bagus menjadi kurang bagus apalagi pada saat musim kemarau tiba;
Kondisi-kondisi yang ada :
  • Semakin sedikitnya lahan/area terbuka yang menjadi serapan air hujan karena banyaknya mall, pabrik, perumahan dan bangunan lain yang menjadi tuntutan perkembangan kota modern. Juga karena jalan dan trotoar ditutup dengan aspal dan beton tanpa ada rongga untuk meresapkan air ke tanah. Air hujan yang tidak bisa meresap ke dalam tanah menimbulkan efek banjir.
  • Saluran air yang banyak dirapikan dengan beton untuk melancarkan aliran air agar cepat mengalir dan mengurangi resiko banjir, namun mengakibatkan air hujan tak sempat meresap ke dalam tanah.
  • Semakin jeleknya kualitas air sungai yang ada karena banyak limbah dari pabrik, rumah tangga yang mengalir langsung ke sungai tanpa proses pengolahan yang layak.
  • Semakin terkurasnya air tanah karena disedot untuk dikonsumsi baik rumah tangga maupun industri, sehingga meninggalkan rongga kosong yang mendorong intrusi air laut semakin masuk ke daratan.
  • Septitank dengan resapan yang dibuat di setiap rumah tangga menyebabkan hanya air sisa metabolisme manusia-lah yang meresap ke dalam tanah Surabaya.

Efek :
  • Kualitas air tanah semakin rendah yang berakibat langsung pada makluk hidup yang ada. Tanaman2 akan kesulitan untuk survive karena kekurangan air, Apalagi kalau dipaksakan tetap dikonsumsi oleh manusia akan banyak menimbulkan resiko2 kesehatan.

Ide dan saran :

Memperbanyak potensi air hujan meresap ke dalam tanah
  • Untuk area-area tertentu (perumahan/perkampungan) mengganti aspal/beton pada jalan/trotoar dengan model paving blok tanpa direkat semen, sehingga masih ada rongga yang memungkinkan air hujan meresap semakin banyak ke dalam tanah.
  • Mengganti beton pada semua trotoar dan pedestrian dengan paving blok tanpa direkat semen.
  • Membuat sumur resapan di setiap jarak tertentu pada saluran drainage, selain membuat lubang2 cacing/resapan kecil2 di sepanjang saluran drainage.
  • Mensyaratkan tiap2 rumah mempunyai sumur resapan untuk air hujan dengan ukuran minimal tertentu, sehingga setiap kali hujan turun akan meresap dulu ke dalam sumur tersebut dan setelah jenuh baru mengalir ke saluran air.
 Mengurangi konsumsi air tanah terutama untuk industri
  • Konsumsi untuk industri (terutama hotel dan mall) sangat menguras kandungan air tanah, diganti dengan air bersih yang dialirkan oleh PDAM yang merupakan output pengolahan air dengan bahan baku air sungai atau air laut.
Membuat tameng intrusi air laut
  • Dengan tidak menguras air tanah untuk konsumsi dan memperbanyak resapan air di daratan akan menutup rongga tanah sehingga air laut tdk mengintrusi ke daratan
  • Menanam bakau di sepanjang pantai sehingga menjadi penahan dan penjernih air laut

-- :) oOo (:--