Standart 'LAYAK' transportasi di Jakarta
Jakarta.
Ide tulisan :
Efek :
Penetapan standar 'LAYAK'
Ide tulisan :
- Naik metromini dengan terantuk-antuk di bangku yang keras;
- Stik persneling yg 'aneh' karena saat mengganti gigi sopir harus bersusah payah dengan segenap kekuatan, bahkan sesekali perlu bantuan dengan menjejakkan kaki;
- Melihat tempelan sertifikasi lolos uji kelayakan dari dishub di jendela metromini yg menyatakan 'LAYAK'
- Standar kenyamanan yg jauh dari kata layak (sebagian besar bangku duduk kondisinya compang camping, keras, kotor, amburadul, bahkan ada yg sudah tercabut dari besi penyangga atau sengaja dicabut, panas kalau hari panas - basah kalau hari hujan karena kaca jendela sebagian sudah tidak berfungsi *ada tapi tak bisa dibuka tutup;
- Standar keamanan kendaraan (kaca spion ada yg sudah pecah dan ditempel kaca seadanya, rem yg tidak berfungsi normal sehingga perlu bantuan penahan saat metromini berhenti *sialnya kalau pas ga ada kernet, sopirnya pasti memainkan pedal gas agar metromini tidak mundur, stik persneling yg sudah 'sulit' dioperasikan saat mengganti gigi perlu tenaga ekstra bahkan dengan bantuan kaki, dll);
- Kondisi standar mesin (bunyinya bising luar biasa, asap knalpot *sebagai bukti kondisi mesin- juga luar biasa);
- Kondisi metromini lusuh sehingga secara estetika tidak menarik untuk penumpang *boro2 wisatawan asing, penduduk indonesia saja berpikir berkali2 untuk menaikinya;
- Sopir dengan pakaian seadanya, bau yg luar biasa dan merokok sepanjang perjalanan;
- Sopir menjalankan metromini dengan kencang dan cenderung ugal2an;
Efek :
- Banyak pengguna jasa yg beralih ke sepeda motor sehingga memperparah volume kendaraan di jalanan;
- Jumlah metromini banyak tapi tidak optimal memuat penumpang sehingga merupakan kerugian karena juga hanya memperbanyak volume kendaraan di jalan;
- Bagi orang berduit akhirnya beralih ke kendaraan mode lain yg lebih nyaman, semisal taksi sehingga ujung2nya memperbanyak volume kendaraan di jalan juga;
- Jakarta sebagai destinasi wisata menjadi 'sedikit' berkurang daya tariknya karena kemacetan;
Penetapan standar 'LAYAK'
- Uji kelayakan dari dishub benar2 diterapkan untuk standar layak kelengkapan, keamanan dan kondisi mesin metromini;
- Juga perlu ditetapkan standar estetika terkait tampilan fisik metromini (kondisi cat dan kebersihan) sehinggga tidak menimbulkan kesan kumuh;
- Sopir metromini juga perlu mempunyai minimal standar penampilan sehingga membuat penumpang lebih nyaman;
- Dengan kondisi yg benar-benar layak maka kemampuan angkut metromini bisa optimal sehingga jumlah metromini bisa optimal juga;
- Juga untuk menghindari persaingan tidak sehat antar metromini dalam mengambil penumpang;
- Metromini berjalan dari terminal awal dan harus sampai dan masuk ke terminal akhir, pelanggaran terhadap hal ini sanksinya pencabutan ijin rute;
- Dibuat halte yg representatif dan nyaman dan memang difungsikan sebagai halte dan bukan sebagai tempat berdagang;
- Naik dan turun penumpang hanya pada halte sehingga menghindari ngetem di lokasi2 tertentu yang berpotensi menambah kemacetan;
--[0]--